Breaking News

TKI Illegal Glory View Dibackup "Oknum-Oknum" Aparat dan Ormas


Lokasi TKI Illegal Gloryview
Berliannews.com - Batam | Mulusnya perjalanan bisnis pengiriman TKI Illegal diduga kuat hasil kolaborasi antara pemilik usaha dengan oknum-oknum aparat dan Organisasi Kemaryarakatan. TKI Illegal ini bukannya tidak pernah digrebek. beberapa waktu lalu 70 orang TKI pernah diamankan dari lokasi satu ini. Tetapi setelah itu, kelanjutannya penanganan hukumnya menguap.

dalam kurun dua bulan terakhir, oknum-oknum aparat kerap terlihat berseliweran mendekati lokasi penampungan TKI Illegal tersebut.Tak jelas apa yang dikerjakan,tetapi yang pasti tidak melakukan penangkapan. Tidak hanya aparat, para pemain TKI Illegal ini juga membentuk ormas untuk membackup kegiatan TKI Illegal. Salah satu Ormas yang baru terbentuk di Batam ditengarai pendiriannya disponsori oleh tekong-tekong TKI Illegal. Ratusan juta rupiah dikeluarkan para tekong agar organisasi massa berinisial P ini bisa terbentuk lengkap dengan seragam dan atribut lainnya. 

Tidak hanya sekedar dilokasi penampungan, keterlibatan Oknum juga terdengar kental di lokasi pemberangkatan yaitu Terminal Ferry Batam Centre. Disebut sebut Oknum dari kesatuan samping dengan inisial F adalah salah seorang tokoh kunci untuk memberangkatkan para TKI Illegal dari Gloriview ini menyeberang ke Malaysia. Kabarnya, F terkenal akrab dengan seorang jendral dari satuan samping di Jakarta berinisial H. Satuan samping yang dimaksud lebih dikenal dengan nama beken "tiga huruf."

Kedekatan F dengan sang Jendral membuat posisi F aman dan tak tergoyangkan. Meskipun kepala Pos dari satuan samping berkali-kali diganti di Batam, posisi F sebagai Agen Lapangan yang membidangi Pengamanan Perbatasan dan Kontra Intellijen khusus untuk wilayah Terminal Ferry Batam Centre, tak tergantikan. Wajar jika bisnis pengiriman TKI Illegal F berjalan dengan mulus. Hampir tanpa hambatan sama sekali. 

jika meminjam kalimat Ahmad Rosano, Presiden LSM DPP Berlian mereka- mereka yang melakukan pembiaran bahkan kadang terlibat dalam aktivitas Illegal sementara tugas dan fungsi mereka justru mengamankan dan membela negara maka wajar jika disebut sebagai Pengkhianat Bangsa. ( Red )